Berobat di RSCM Kirana

Awal tahun ini mau cerita tentang pengalaman nemeni paksu periksa mata di RSCM Kirana..

Kurang lebih tahun 2019 lalu, paksu dapat rujukan untuk periksa mata di RSCM Kirana karena pandangan sudah makin kabur. Saya ingat pertama kali kami kesana sekitar jam 8, dan shock ternyata disana uda macam orang mau nonton konser....penuh!!

Nah karena pasien baru di RSCM Kirana, jadi waktu itu paksu dioper dari satu ruang ke ruang lain untuk diperiksa. Di Kirana ini ada bermacam-macam poli, misalnya poli refraksi, poli laser, poli kornea, dll..

Pemeriksaan dari pagi sampai sore menjelang maghrib baru selesai, melelahkan 😅

Saya lupa gimana proses selanjurnya sampai akhirnya ketemu dengan dr. Mario di poli retina, dan beliau menyarankan untuk operasi penyambungan syaraf mata dengan silikon cair. Jadi menurut penjelasan beliau, ada syaraf mata yang terputus sehingga penglihatan menurun, bisa jadi karena minus mata terlalu besar yang berakibat bola mata akan semakin lonjong dan syaraf mata ikut tertarik. Bagitulah penjelasan beliau untuk orang awam seperti kami.

Yang mau saya ceritakan (selain gimana proses pengobatan) adalah proses pendaftaran dan alur pasien di Kirana waktu itu (2019) dan saat ini (2022).

Tahun 2018-2019 saat itu, pasien bisa mendaftar secara online ataupun langsung datang di Kirana, lalu, prosesnya nggak cuma itu, ferguso..

Kala itu, ada sekitar 4 rangkaian antrian yang harus kami lewati, dari daftar online hingga ke pemeriksaan dokter. Sudah daftar online pun, kami tetap harus datang jam 3 dini hari untuk ambil antrian lagi 😐. Jadi, dulu kami memilih untuk berangkat sehari sebelum jadwal pemeriksaan dan bermalam di hotel sekitar.

Saat itu saya mikir, mbok ya dibuatin asrama atau penginapan murah untuk pasien yang dari jauh 🤔 karena banyak juga yang dari Sumatera dan daerah lain lho.. Well, lanjut cerita..

Jadi prosesnya adalah:

1. daftar online 

2. daftar manual jam 3 pagi dengan nulis di buku pasien

3. ambil nomor antrian jam 6 pagi (sesuai dengan antrian jam 3 tadi)

4. antri pendaftaran di loket (mulai jam 8)

5. antri pemeriksaan awal (tensi darah, tekanan bola mata, dll)

6. pemeriksaan dokter

jadi proses dari awal sampe ketemu dokter yaitu dari jam 3 dini hari sampe sore 🙂 melelahkan sangat..

ditambah dengan antrian di dr.Mario ini sangat banyak (poli retina), sepertinya juga karena dokter di spesialis ini cuma berapa orang dengan pasien yang begitu banyak.. Lengkap lah kalo pas jadwal periksa, menyiapkan jiwa dan raga untuk nunggu antrian 😄 oiya, setau saya, dr.Mario ini terjadwal di hari Rabu aja ya..

nah, akhirnya, setelah beberapa kali -tiap Rabu- cek dengan dr.Mario, akhirnya paksu dijadwalkan operasi pemasangan silikon,, untuk jadwal operasi ini, pasien harus nunggu panggilan dari pihak RS, karena jadwal antrian operasi juga banyak.. jadi sewaktu-waktu bisa dikabari untuk operasi, seingat saya, dulu kami nunggu sekitar 2-3 bulan deh..

ruang ranap RSCM Kirana


Setelah operasi pemasangan silikon, ternyata ada efeknya yaitu muncul katarak (ini penjelasan dari dokter), jadi di akhir Desember 2019, paksu harus operasi katarak, seperti biasa, kami nunggu panggilan untuk operasi ini,, dann keburu pandemi 🙂 akhirnya kami putuskan untuk mundur dari panggilan operasi dulu


akhir tahun 2021 lalu, dengan mempertimbangkan kondisi pandemi yang mulai landai, jadi kami pun mulai lagi proses pemeriksaan mata di Kirana,, sambil cari informasi tentang pendaftaran, apa masih seperti dulu,_secara ini pandemi gitu lho,, agak was was juga kalo orangnya sebanyak itu

inilah yang saya anggap setiap hal yang menurut kita buruk, ternyata ada kebaikan yang Allah berikan.. saya menganggap pandemi ini bukan sepenuhnya hal buruk, ternyata RSCM Kirana bisa memangkas sistem pendaftaran jadi lebih baik...so much better!! 

jadi setelah pandemi ini, aplikasi RSCM sangat informatif, mulai dari proses pendaftaran sampe pengambilan obat.. saya masih berharap aplikasi ini bisa diupdate terkait pendaftaran dan urutan pasien operasi 😎

nah, sekarang kami nggak perlu antri dari jam 3 dini hari..

untuk pasien lama, tinggal buat perjanjian di aplikasi RSCMku, lalu pilih tanggal, dan pilih dokter/poli yang akan dituju,, tiap dokter pasti ada jumlah pasien maksimalnya ya, jadi kalo nggak dapat tanggal yang diinginkan harus mundurin tanggal

setelah daftar di aplikasi, pas di hari H, nomor antrian untuk masuk pendaftaran, baru dibuka 30 menit sebelum jam berkunjung, ini sudah sangat memangkas proses antrian daripada sebelum pandemi, dan di aplikasi pun sudah menyajikan informasi tentang obat-obatan yang sudah siap diambil atau belum, tanpa perlu antri nunggu proses peracikan obat.

Jadi sekarang ketika jadwalnya cek ke Kirana, saya nggak perlu berangkat dini hari Alhamdulillah 😀 meskipun tetap pulang sore (karena dokter biasanya datang setelah jam 13, pagi hari biasanya beliau ada jadwal operasi dulu)

kalo dulu RSCM kirana dapat review jelek di google review, mudah-mudahan sekarang uda ada review yang menggembirakan yaa,, setidaknya saya mulai dari blog ini 😊 saya sebagai keluarga pasien sudah cukup puas dengan pelayanan di Kirana sekarang.. sekarang paksu dijadwalkan untuk operasi pemasangan silikon yang kedua,, semoga Allah beri kelancaran dan kemudahan..


ada beberapa tempat menginap di sekitar RSCM Kirana yang bisa saya rekomendasikan, terutama bagi pasien jauh (atau keluarga pasien), urutan di bawah ini tidak menggambarkan urutan rekomendasi yaa:

1. The Baile: hotel ini berada pas di samping Kirana, ratenya sekitar IDR 500.000 per malam, kamarnya luas dengan tipe loft, kamar bersih dan luas, so far ini hotel favorit karena terdekat dengan RSCM

2. At Thalib: jaraknya sekitar selisih 2 rumah dari the baile, ratenya IDR 250.000, sepertinya penginapan ini memang ditujukan untuk pasien atau keluarga pasien di Kirana, kamarnya cukup untuk 2 orang (mungkin juga ada tipe family room),, oiya, saat ini hotel ini sedang proses renovasi, jadi belum bisa dibooking

3. Selain 2 hotel di atas, kami juga beberapa kali menginap di hotel sekitaran Jl. Kramat atau Cikini, hanya saja untuk ke Kirana memang butuh effort karena jaraknya nggak dekat, cuma enaknya, bisa cari tempat makan yang beda-beda. Di daerah cikini ada Whiz Hotel dengan rate IDR 250.000, lokasinya dekat dengan Menteng Huiz dan bakmi Roxy yang yumm 😋. Selain itu ada Ibis Budget Cikini, dan so far ini juga favorit saya meskipun jauh, karena di sekitarnya banyak tempat makan, satu area dengan kolam renang cikini (kalo pagi uda rame sama yang les renang), dan samping hotel ada mini market yang menyediakan makanan siap dihangatkan dan kopi 😍

view dari ibis cikini


Padahal Kirana ini berlokasi dekat dengan bioskop metropole -tempat favorit nonton waktu dulu sebelum punya anak- tapi sampe detik ini, saya dan paksu belum pernah nonton disini, keburu pandemi pula 😔 mau nyoba nonton masih maju mundur..

Kalo tempat makan, di sekitar Kirana sudah banyak warung makan, tapi favorit saya ada soto bening bogor, jus buah, rujak buah, ayam goreng segede bagong (gede banget dan murah), sate padang, sate madura, dan berbagai cemilan juga banyak (jamur krispy, dimsum, cimol, combro dan misro, roti h*lland bakery, kue cubit, dll).. Jadi ini berobat apa gimana sih, kok ceritanya makanan?!? Ya kalo saya sih biar nggak bete dan stres nungguin berobat, mending cari kesenangan juga toh??

Tadinya saya pengen cerita banyak tentang pengobatan pak suami, tapi khawatir bikin salah persepsi karena saya bukan dokter. Intinya ikuti kata dokter, kalo kurang jelas tanyakan, dan jangan sotoy akibat dari nyari di google ato dari omongan orang, karena kondisi tiap orang berbeda.

oiya, dari Kirana ke RSCM gedung utama yang di Jl. Diponegoro (dan sebaliknya) juga sudah disediakan mobil odong-odong untuk alat transportasi gratis pasien Kirana, tapi saya lebih suka jalan biar lebih sehat 😀

Comments

Popular Posts