Breast Story (bagian pertama)
yup,, tidak bermaksud tabu ato jorok,, tapi memang itu satu-satunya judul yang ada di kepalaku,, ini cerita lanjutan dari serangkaian kegiatanku tahun ini, yang kira-kira 3 bulan lalu jadi aktivitas puenting buanget...
so,, ini cerita tentang persiapanku sebelum operasi kecil,, ada beberapa hal yang harus dianalisis (bener gitu bahasanya ya?!) oleh dokter bedahku dan tentunya dokter anastesi,, diantaranya:
1. Kardiologi
2. Radiologi
3. Tes Darah
here we go,, tanggal 24 September 2011 kemaren pergi ke Bogor Medical Center (BMC) untuk serangkaian kegiatan itu,, oiya,, tes-tes itu sebaiknya dilakukan mendekati hari "H" operasi,, smakin deket smakin baik,, dan penting untuk jaga kesehatan biar nggak sakit..
ditemeni my beloved Bee,, sampe BMC sekitar jam 13.00,, karena uda tanya-tanya sebelumnya, jadi langsung aja menuju laboratorium untuk tes darah,,
ada beberapa poin yang diminta diantaranya:
- Itung Hemoglobin dan lekosit (nggak tau gimana cara ngitungnya)
- Itung trombosit
- Koagulasi masa pendarahan dan masa pembekuan darah
- Golongan darah
- Kimia Darah
Intinya, hari itu diambil darah di tangan, dan sedikit disayat di bagian bawah kuping,, nggak tau apa maksudnya sayatan itu, yang jelas nggak terlalu berdarah-darah, dan cuma diliatin aja sama susternya, jadi kesimpulanku dan Bee adalah: suster cuma pengen tau seberapa parah pendarahannya dan seberapa cepat pembekuannya (kesimpulan awam yang nggak boleh ditiru). Setelah itu,, tinggal nunggu sejam untuk bawa hasilnya..
Sambil nunggu, sambil belok ke ruang radiologi, daftar, dan langsung poto thorax,, well,, seperti poto thorax pada umumnya lah.. Tapi karena dokter ahli thorax baru dateng malem,, so hasil radiologi baru bisa diambil sekitar jam 7 malem..
Terakhir, kita menuju ke poli paru,, eehh, ternyata dokter kardiologinya cuma ada jam 8 pagi,, so ditunda sampe senin dan kita putuskan isi perut dulu di mbah jingkrak (makan sih teuteuupppp)...
Tanggal 26 September 2011 balik lagi ke BMC (sendiri T-T)
ada serangkaian tes kardiologi, mulai tekanan darah, berat badan, sampe tes yang pake alat-alat seperti lolypop yang ditempel di permukaan dada (nggak tau apa namanya dan apa fungsinya),, rasanya sih mirip kesetrum dengan level rendah,, entah itu emang disetrum ato cuma efek grogi aja..
hasilnya dibawa ke kardiolog, dan dinyatakan sehat untuk operasi! (alhamdulillah).
Buat operasi aja harus ribet yak??
Tapi nggak papa,, demi keamanan bersama,, yang bikin deg2an sih ongkosnya..
Untuk serangkaian 3 kegiatan itu total yang harus dikeluarkan sekitar 500.000 rupiah, tapi itu untuk standar RS swasta,, kalo lebih amannya sih di RSUD aja, bisa pake ASKES :D
RSUD sekarang juga uda canggih kok,, dan pelayanan ASKES juga lumayan nggak ribet (menurut pengakuan orang yang pernah pake ASKES). Bukan berarti kemaren aku nggak mau di RSUD,, tapi karena uda terlanjur lewat BMC juga sih...
Akhirnyaaa,, lengkap deh syarat-syarat buat operasi,, tinggal bawa hasilnya ke JBC tanggal 28 September 2011.

![]() | |
| elektrokardiogram |
28 September 2011, to JBC.
Hari itu aku ke JBC dan bawa hasil lab kemaren untuk konsultasi dengan dokter anastesinya, ini seperti nggak penting tapi sebaliknya penting banget..
apalagi kemaren sempet denger berita kalo ada balita yang lumpuh dan buta yang menurut dokter karena nggak cocok dengan salah satu obat bius waktu melakukan operasi..
Untungnya berita itu baru muncul kemaren (12 Oktober 2011.red),, kalo muncul sebelum operasi,, waahhh,, nggak kebayang tambah takut lagi tu...
Kata dokter sih amaannnn... Artinya aku nggak punya alergi apapun terhadap obat yang mau dipake buat operasi besok.
Tapi ada sedikit masalah,, tiba-tiba aja tenggorokan ini gatel banget!! Batuk mendadak!
Batuk kecil siihhh,,, eeiitttsss,,, jangan kira batuk kecil gini nggak ngaruh!
Pengaruhnya kerasa banget waktu operasi.......
....to be continued....


Comments
Post a Comment
keep your mind here...