Apa itu Stunting...?

18 Maret 2019


Topik yang masih hangat berdasar depat cawapres semalam adalah perihal "Stunting". (Padahal saya sendiri nggak pernah ngikutin debat, bukan apa-apa, tapi males aja liat dua orang ngomong macem diadu >.< enakan baca berita besoknya, isinya sama lengkapnya, tapi minus liat gestur dan body language sih).

Well anyway,, stunting sesuai yang saya baca dari beberapa sumber berita intinya adalah pertumbuhan anak yang terhambat. Di beberapa wilayah di Indonesia, masih banyak yang tergolong sebagai daerah dengan angka stunting tinggi. Salah satu faktornya adalah kurangnya pengetahuan tentang betapa pentingnya asupan gizi sejak anak dari dalam kandungan.

Pengalaman saya dalam hal mengurus anak memang belum bisa dibilang sudah ahli, karena baru pegang satu anak ;)
Dulu waktu hamil pun,, saya banyak belajar baik dari buku (lupa judulnya euy,, will be updated soon), dan juga banyak browsing sana sini. Memang sih, makin browsing makin bingung. Hahaha..
Tapi kembali lagi ke tujuan awal saya, saya mau cari info dan kalo bisa memang sesuai fakta (bukan seperti kata orang ato konon dahulu itu begini).

Back to the topic above,, seperti yang saya baca di jakartaglobe.id,, ada beberapa hal penting untuk mencegah stunting,, antara lain:
1. memberikan ASI eksklusif
2. menjaga kebersihan
3. cek kesehatan bayi secara berkala
4. nutrisi ibu hamil yg bisa didapat di puskesmas
5. ikan penting dikonsumsi bagi bumil dan balita
6. hindari makanan instan yg tinggi gula


Hal pertama yang disinggung adalah ASI Eksklusif. Well,, di zaman milenal pun,, masih banyak perempuan yang nggak mau memberikan ASI eksklusif. I don't judge them, but....... sejujurnya saya agak dongkol kalo ada yang bilang males menyusui, padahal menyusui itu murah, tanpa biaya, anti ribet, sehat buat anak, sehat pula buat ibu (beberapa kabar menjelaskan dapat mengurangi risiko kanker payudara). 

Poin kedua yang ingin saya garis bawahi adalah makanan sehat (ini tidak mengurangi pentingnya poin lain yaa).

Dari sejak anak saya berusia MPASI yaitu sekitar 6 bulan, sebelumnya pun saya sudah browsing sana sini tentang apa saja yang dibutuhkan untuk anak usia 6 bulan ke atas. Banyak metode MPASI yang saat ini bisa diterapkan. Tapi pilihan saya saat itu adalah tentang statement: anak usia 6 bulan membutuhkan banyak asupan selain ASI, antara lain seperti karbohidrat, vitamin, mineral, zat besi, dll. Jadi waktu itu pun, saya berpatokan bahwa makanan anak usia itu harus lengkap. Tiap hari selalu ada hati ayam/sapi, sayuran hijau, kacang-kacangan, karbohidrat seperti nasi atau gandum atau umbi-umbian, serta protein hewani/nabati. Serta tidak lupa saya sisipkan snack buah untuk camilannya.

Intinya mah, bisa dibilang hampir nggak pernah saya memberikan makanan instan atau snack instan untuk anak. Dan ini bukannya mahal lho, malah lebih murah bila dibandingkan dengan yang instan.

So,, memulai hidup sehat itu sebenarnya gampang dan murah. Tinggal pernyataan terakhir seperti yang saya kutip dari adalah: 
It would not completely work if there are no significant behavioral changes at a local level.

Stunting itu problem kita, dan bukan cuma pemerintah (menurut saya). Jadi bila perubahan pola hidup itu bukan dimulai dari kita, lalu dimulai dari mana? Hidup sehat itu mudah dan murah,, mungkin kita hanya terlalu malas untuk memulainya.

menu MPASI usia 9 bulan ke atas, source IG: santi_nurma

Comments

Popular Posts